Login/Join

Sang Jawara Bertahan Keok Lagi, Ada Apa dengan Juventus?

Hasil buruk kembali dialami snag jawara bertahan Serie empat musim beruntun, Juventus. Di laga keduanya musim ini, Juventus harus kembali menelan kekalahan. Jika di laga perdana mereka dikalahkan Udinese, kini pil pahit itu datang dari AS Roma.

Bertandang ke markas As Roma tentu Juve mengusung misi untuk memperbaiki citra mereka yang tercoreng di laga perdana Serie A pekan lalu. Namun apa daya, nasib berkata lain, alih-alih mencuri tiga poin, Juve malah kembali gagal meraih tiga poin pertamanya. AS Roma berhasil mengandaskan Juve dengan skor tipis 2-1. Gol kemenangan AS Roma dicetak oleh legiun asing asal Bosnia, Miralem Pjanic dan Edin Dzeko, di babak kedua. Sedangkan satu gol balasan Juventus diciptakan oleh bintang muda asal Argentina, Paulo Dybala.

Jalannya pertandingan kala itu cukup keras. Juve harus kehilang dua pemain mereka di pertengahn babak kedua. Yang pertama Juve harus kehilangan Rubinho diganjar kartu merah langsung pada menit ke-66. Kemudian 12 menit berselang kini giliran Patrice Evra yang harus diusir keluar lapangan lantaran hasil akumulasi kartu kuning yang didapatnya. Tentu minus dua pemain membuat Juve kewalahan menahan gempuran anak-anak Srigala Ibukota.

Kekalaha ini menambah daftar rekor buruk Juve sepanjang sejarah Serie A. Ini menjadi kali pertama bagi klub yang berjuluk Si Nyonya Tua tersebut menelan kekalahan secara beruntun dalam dua partai pertama Serie A setelah di laga pertama pekan lalu, Juve berhasil dipermalukan Udinese di hadapan publiknya sendiri.

Dua kali menelan kekalahan di dua laga awal, sudah cukup untuk melemparkan Juve ke posisi 16 klasemen sementara Serie A. Sedangkan sang lawan, AS Roma berada di posisi ke-7 dengan perolehan empat poin hasil dari satu kali imbang dan satu kali menang.

Kekalahan Juve ini lantas menimbulkan pertanyaan: “Apa yang salah dengan Juventus?”

Jika dilihat dari susunan pemain, Juve tentu memiliki deratan pemain yang berkualitas. Meskipun mereka telah ditinggal tiga pilarnya, tapi Juve sudah mendatangkan penggantinya. Dan para pemain baru yang masuk pun bukanlah pemain kelas ecek-ecek, sebuat saja Mario Mandzukic, Sami Khedira, Paulo Dybala, Juan Cuadrado dan lainnya. Belum lagi beberapa nama lama seperti Paul Pogba, Alvaro Morata, Giorgio Chiellini, hingga Gianluigi Buffon. Secara susuna pemain seharusnya mereka baik-baik saja. Apakah sudah saatnya Juve lengser dari singgasana yang telah dikangkanginya selama empat musim?

Penulis: | 1 September 2015 | Berita Bola