Login/Join

Pelatih Muda Indonesia Ini Dikontrak Klub Asing

Carutmarut persepakbolaan Indoensia memang memberikan dampak negatif untuk sebagian besar pelaku sepakbola di tanah air. Buktinya ada beberapa pemain yang harus nganggur, banting setir, dan ada juga yang memilih untuk main di liga Tarkam. Namun tidak halnya untuk seorang Rudy Eka Priyambada.

Sosok pelatih muda yang dulu sempat menjadi asisten pelatih Mitra Kukar tersebut memiliki peruntungan yang lebih baik dari rekan-rekan sejawatnya. Ia berkesempatan untuk mengembangkan karir kepelatihannya di luar negeri. Pelatih muda ini direkrut oleh klub asing, tepatnya klub Al Najma, di Bahrain. Rencananya Rudy akan berangkat menuju Bahrain pada tanggal 25 Juli mendatang.

Saat bertemu dengan awratawan, Rudy mengatakan bahwa semuany sudah clear. Ia sudah menandatangani draf kontrak dengan klub asal bahrain tersebut. Ia hanya tinggal berangkat pada tanggal 25 juli mendatang.

Rencananya Rudy akan berada di Bahrain selama satu tahun. Sebenarnya ia diatwari kontrak selama lima tahun, namun untuk tahap awal ia memilih untuk meneken kontrka selama satu tahun dulu. Di Bahrain nanti Rudy akan diberikan kepercayaan menjadi asisten pelatih sekaligus menjadi direktur akademi.

Rudy menjelaskan, dia mendapat kesempatan berkiprah di Bahrain karena prestasi yang pernah ditorehkannya. Selain itu, pekerjaan tersebut juga ternyata berawal dari ajakan rekannya, yang merupakan warga Bahrain.

Rudy bukanlah satu-satunya pelaku sepakbola yang memutuskan untuk hijrah ke luar negeri untuk menyambung hidup. Terlebih dulu ada nama Dedi Gusmawan yang hijrah ke Myanmar dan Greg Nwokolo yang pindah ke Thailand. Ini semua terjadi lantaran dihentikannya kompetisi sepakbola tertinggi ISL akibat kisruh dua kubu yang sama-sama berwatak batu. Keduana enggan mengalah. Hasilnya, sepakbola Indonsia jadi korbannya. BUkan hanya liga lokal, bahkan timnas Indonesia pun mendapat sanksi dari FIFA.

Indonesia kini dicoret dari daftar keanggotaan FIFA dan dilarang ikut dalam berbagai ajang yang diselenggarakan FIFA. Jiak sudah begini kondisinya, dua kubu yang berseturu pun saling lempar kesalahan. Para pemain pun menjadi korban utama. Bahkan mirisnya lagi, beberapa pemain ada yang bating setir menjadi kuli bangunan hanya untuk menyambung hidup mereka. Ada pemain timnas yang main di liga tarkam, dan sisanya banyak pemain yang nganggur.

Penulis: | 11 Juli 2015 | Gosip