Login/Join

Ini Perbedaan Gaji Van Persie dengan Miroslav Klose

Nama Robin Van Persie masuk ke dalam daftar pemain yang akan dilego oleh Louis van Gaal musim panas mendatang. Keputusan ini diambil untuk memangkas anggaran van Persie yang dinilai terlampau mahal. Kendala lain adalah mundurnya beberapa klub yang mengincar Van Persie lantaran besarnya nilai gaji Van Persie saat ini. Banyak klub peminat yang akhirnya mundur karena tak mampu membayar gaji bintang Belanda itu.

Salah satu klub yang mundur dari rencana perekrutan Van Persie adalah Lazio. Direktur olahraga Lazio, Igli Tare, mengatakan gaji Van Persie di luar jangkauan kemampuan finansial klub Italia tersebut. Sebagai perbandingan saja, gaji Van Persie dan salah satu striker gaek Lazio, Miroslav Klose bisa diibaratkan bagai langit dan bumi.

“Saya menaruh respek kepada Van Persie. Sayang, ia berada di luar jangkauan kami,” ujar Igli Tare.

Seperti yang dilansir oleh The Mirror, Gaji Van Persie bersama Manchester United mencapai sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 205,3 miliar per tahun. Besaran tersebut merupakan pemain bergaji termahal kedua di Old Trafford setelah Wayne Rooney.

Angka tersebut tentu sangat besar bagi Lazio. Bandingkan saja dengan peraih gaji tertinggi di Lazio yakni Miroslav Klose. Penyerang agek timnas Jerman ini hanya mendapat gaji sebesar 2 juta euro atau sekitar Rp 30,2 miliar per musim.

Jika dibandingkan, terlihat jelas perbedaan antara kedua pemain tersebut. Padahal secara kualitas keduanya tak jauh berbeda.

Lalu bagaimana cara Manchester United menyiasati permasalahan gaji selangit Van Persie? Opsinya adalah MU memberikan potongan gaji kepada Lazio. Dengan artian Van Persie dibiarkan hengkang ke Lazio, tetapi Manchester United harus mau membayarkan sebagian gaji Van Persie. Opsi ini jelas lebih menguntungkan bagi MU ketimbang mereka harus membayar full gaji Van Persie tapi sang pemain hanya duduk di bangku cadangan.

Kasihan juga Van Persie, seakan habis manis sepah dibuang. Penampilannya yang menurun membuat posisinya harus tergusur dari skuad inti besutan Louis Van Gaal.

Penulis: | 13 Juni 2015 | Berita Bola