Login/Join

Juventus : Tetap Mendapat Sambutan Hangat Meskipun Gagal

Kesedihan Juventus tak bisa disembunyikan lagi. Seluruh pemain, staff dan penggemar pun larut dalam kesedihan usai tim kesayangan mereka kalah dari Barca dalam laga final Liga Champions yang berlangsung di Olimpia Stadion, Kota Berlin minggu malam waktu setempat.

Juve gagal membawa pulang si trofi kuping besar untuk melengkapi koleksi trofi ketiga mereka. Juve pun gagal meraih treble winners pertamanya. Terlihat jelas raut kesedihan di wajah para pemain Juve usai peluit panjang di bunyikan. Kiper Buffon tampak begitu sedih. Bahkan Andrea Pirlo pun terekam kamera sedang menangis. Jelas mereka berdua ini sangat berharap bisa mengangkat trofi Champions untuk menutup akhir karir mereka dengan manis.

Meskipun gagal membawa pulang trofi Liga Champions, para pemain Juve ternyata tetap mendapat sambutan hangat oleh para Juventini. Mereka tak menyangka akan tetap mendapat sambutan hangat selayaknya sang juara, meski pada kenyataannya Juve gagal menjadi juara.

Saat mendarat di Turin, para pemain Juve disambut dengan tepuk tangan dan yel-yel pujian kepada Buffon dan kawan-kawan. Para suporter menyambut menyambut kedatangan pasukan Allegri dengan penuh kehangata selayaknya keluarga.

Buffon sendiri mengaku terharu dengan sambutan para fans sejati Juventus. Dalam situs resmi Juve, Buffon mengatakan bahwa sambutan yang diebrikan oleh para penggemar sangat membuatnya terharu. Ia pun menyesal tak bisa mereka kebahagiaan.

Senada dengan Buffon, gelandang Juve, Claudio Marchisio pun mengungkapkan rasa haru melalui akun Instagramnya. Ia juga meminta maap kepada para Juventini karena gagal mempersembahkan gelar juara.

Sementara itu, pencetak satu-satu gol Juve dalam laga final, Alvaro Moratta mengungkap kesedihan sekaligus penyesalannya karena gagal memebrikan gelar bagi Juve. Moratta bisa meraksakan kesedihan yang mendalam dari para fans Juve, terutama mereka yang datang langsungke Kota Berlin untuk menyaksikan pertandingan.

Juve boleh saja gagal, tapi semangat dan rasa kekeluargaan juve tetap ada. Ini yang seharusnya bisa dicontoh oleh tim-tim lain, terutama untuk Indonesia. Saat timnya menang, mereka begitu dipuja-puja. Sedangkan saat timnya kalah dan terpuruk, mereka dihujani caci maki dan sejuta kekesalan.

Penulis: | 8 Juni 2015 | Berita Bola