Login/Join

Top Skorer Afrika Ini Dirampok Di Tukang Cukur

Menjadi pemain sepakbola yang bergelimang harta tentu tak menjamin keamanan pribadi yang bersangkutan. Bahkan para pemain sepakbola kini menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Kejadian terbaru menimpa mantan striker pencetak gol terbanyak Blackburn dan West Ham United, Benni McCarthy. Eks bintang Blackburn dan West Ham United dirampok di kota Johannesburg, Afrika Selatan, Selasa sore waktu lokal.

Kronologinya, saat itu Benni sedang berada di sebuah kios tukang cukur. Namun mungkin ia sudah menjadi incaran. Tiga orang lelaki datang dan langsung menodonkan pistol ke kepala Benni. Tiga kawanan perampok tersebut meminta Benni untuk menyerahkan perhiasan yang dikenakan Benni.

Dalam keadaan terancam, Benni pun mengikuti kemauan perampok tersebut. Benni menyerahkan jam tangan, anting-anting dan cincin kawinnya. Setelah itu para perampok itu pun kabur meninggalkan toko tanpa meminta barang-barang berharga dari pengunjung lainnya.

Teman dekat Benni yang juga ada di lokasi saat kejadian berlangsung mengatakan bahwa, “Satu orang langsung pergi ke Benni dan menempatkan senjatanya di telinganya.”

“Dia mengatakan kepadanya untuk memberinya jam dan anting-antingnya.”

“Benni menutup satu tangannya, menyembunyikan cincin kawinnya karena sepertinya punya nilai sentimental.”

“Pria itu lalu berkata: ‘Kasih cincinmu Baba’ dan Benni kemudian menyerahkannya kepadanya.”

Pemain yang kini berusia 37 tahun itu merupakan pencetak gol terbanyak Afrika Selatan. Di level klub, ia telah membuat lebih dari 100 penampilan untuk Blackburn Rovers pada akhir dekade 2000-an sebelum pindah ke West Ham United pada 2010.

Benny memulai karir sepakbolanya bawah kala masih bermain di Afrika Selatan. Tahun 1997 ia pun bergabung dengan Ajax. Kemudian ia melanjutkan peruntungannya dengan bergbaung bersama Celta Vigo selama empat tahun. Puncak kejayaan Benni terjadi saat ia bergabung bersama Porto. Bersama klub Portugal tersebut, Benni memenangkan dua gelar liga dan satu trofi Liga Champions.Ia mengakhiri karirnya di Orland Pirates di Afrika Selatan dan memperoleh 80 penampilan internasional pada tahun 2012.

Afrika Selatan selama ini memang dikenal memiliki angka kriminalitas yang cukup tinggi.

Penulis: | 9 Mei 2015 | Berita Bola