Login/Join

Tuntutan Ke Kemenpora, Salah Alamat!

Kisruh sepakbola Indonesia masih saja terjadi. Kali ini Kemenpora diminta untuk bertanggung jawab atas kerugian finansial yang diderita klub-klub ISL dan Divisi Utama karena kompetisi dihentikan oleh Menpora. Lantas Menpora mengatakan tudingan tersebut salah alamat. Seperti apa beritanya? Simak liputannya di bawah ini.

Ihwal pertikaian baru antara Menpora dengan perwakilan klub berawal dari keuptusan Menpora untuk menghentikan sementara ISL. Alhasil jadwal ISL pun menjadi kacau balau. Padahal beberapa tim sudah menyiapkan tiket untuk bertandang ke tim lawan. Malah sudah ada tim yang tiba di markas lawan nanmun pertandingan batal dilaksanakan. Klub tersebut adalah Persija Jakarta.

Wajar saja jika pihak Persija bereaksi keras atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Menpora terkait dibekukannya PSSI dan juga melarang Polri untuk mengeluarkan izin keamanan pertandingan. Presiden klub Persija Jakarta, Ferry Paulus, menuding Kemenpora harus bertanggung jawab atas kerugian klub-klub.

Ambil contoh Persija. Klub Ibukota ini harus merugi lantaran terlanjur berangkat ke Papua pekan lalu untuk bertanding menghadapi Persipura Jayapura yang seharusnya digelar pada Sabtu (25/4) lalu. Tapi yang terjadi adalah laga dibatalkan lantaran tak ada izin dari Kepolisian sesuai instruksi Kemenpora. Siapa yang tidak kesal jika diperlakukan demikian.

Terkait tuntutan ganti rugi dan tanggung jawab tersebut, Gatot S Dewa Broto selaku Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, yang juga anggota Tim Sembilan itu, mengatakan Kemenpora tidak punya kewajiban untuk menanggung kerugian yang dialami oleh klub-klub ISL. Karena secara hirarki klub-klub itu tidak berada di bawah Kemenpora. Gatot menambahkan bahwa yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban adalah PSSI dan PT Liga. Ia menganggap ulah PSSI dan PT Liga yang tak memenuhi peraturan, maka Kemepora pun mengambil langkah tegas dengan menghentikan kompetisi Liga Indonesia.

“Dia (Persija) punya hierarki sendiri. Mereka harus meminta pertanggungjawaban ke layer di atasnya. Di atas Persija ada PT Liga dan PSSI,” kata Gatot seperti dilansir Goal.com.

“Kemarin (saat pertemuan yang berakhir deadlock) mereka memang sudah menyampaikan keluhan kepada Pak Menteri. Itu hak mereka untuk menyampaikan hal itu. Tapi, Kemenpora tidak bisa serta merta dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab karena pembekuan ini merupakan efek dari pengabaian PSSI atas peraturan yang ada,” tambahnya.

Lantas jika klub-klub tidak berada di bawah Kemenpora, pertanyaannya kenapa Kemenpora ikut campur dalam urusan sepakbola Indonesia yang sudah jelas-jelas memiliki badan da organisasi resmi, seperti PSSI.

Penulis: | 2 Mei 2015 | Berita Bola