Login/Join

LVG Pasrah Akan Nasib De Gea

David de Gea nampaknya sukses membuat manajer Manchester United, Louis Van Gall jengkel setengah mati. Bahkan parahnya lagi saking jengkelnya Van Gaal dengan De Gea, pelatih asal Belanda tersebut menyebut De Gea adalah bos saat ini. Hal ini terkait dengan negosiasi kontrak baru sang kiper.

Karena kesal, LVG pun lantas mengeluarkan ultimatum untuk sang kiper brewokan tersebut. LVG ingin De Gea memberikan respon terkait tentang kontraknya bersama MU musim depan. Kubu Setan Merah sendiri dikabarkan telah menawarkan kenaikan gaji dalam jumlah yang cukup besar agar De Gea mau tetap bertahan di Old Trafford.

Saat ini kontrak De Gea bersama Tim yang berjuluk The Red Devils tersebut hanya menyisakan masa satu tahun lagi. Namanya belakangan ini santer dikaitkan dengan tim ibukota Spanyol, Real Madrid. De Gea sukse membuat manajemen United gelsiah menyusul sang kiper menolak perpanjangan kontrak dengan United. De Gea dikhawatirkan akan hengkang dari Old Trafford musim panas mendatang.

Real Madrid sendiri dikabarkan beani mengucukan dana sebesar Rp 990 Milyar untuk menculik De Gea dari Old Trafford. Mnacester United hanya bisa pasrah. Manchester United tidak berdaya untuk meyakinkan De Gea agar tetap tinggal dan mengatakan keputusan ada pada sang pemain berusia 24 tahun itu. Padahal De Gea telah diberikan opsi eknaikan gaji mencapai Rp 2,7 Milyar per pekan. Itu artinya dia akan menjadi kiper dengan bayaran tertinggi di Liga Primer Inggris.

“Dibutuhkan waktu yang lama sekarang,” kata Van Gaal. “Jadi selalu bisa terjadi [seperti itu].”

“Tapi saya bukan bos di sini. Aku ingin dia tinggal. Pemain adalah bos, dia bisa mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’.”

“Anda harus bertanya kepada David de Gea, bukan aku. Dia seharusnya mau tanda tangan. Kami telah menawarkan dia banyak uang.”

Van Gaal juga merasa tak punya kuasa dalam perekrutan pemain. Sejumlah nama seperti Memphis Depay dan Mats Hummels masuk daftar incaran. Tetapi, Van Gaal lagi-lagi berserah kepada pemain.

“Pada akhirnya, pemain harus memutuskan. Bukan manajer atau klub yang ingin menjual. Pasar juga memengaruhi. Tak mudah untuk untuk menuntaskan keputusan yang sudah Anda buat. Sebab, pemain menjadi bos, bukan manajer,” tutupnya.

Penulis: | 28 April 2015 | Gosip