Login/Join

Ini Kata Bos Granada Usai Dibantai Real Madrid

Bos Granada, Abel Resino inginkan anak-anak Granada kembali bangkit usai kekalahan menyakitkan kontra Real Madrid beberapa hari lalu. Sang Bos Grenada tersebut mengatakan jika kekalahan telak dari Real Madrid merupakan momen terburuk sepanjang karirnya. Grenada harus takluk di tangan Madrid dengan skor 9-1. Sebuah kekalahan dengan skor yang sangat telak sepanjang sejarah berdirinya klub. Meskipun tim nya kalah, Rosino menginginkan anak-anak Grenada untuk segera bangkit dari keterpurukan.

Dalam pertandingan tersebut, bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo seakan mengamuk dengan mengoyak gawang Greanada sebanyak lima kali. Hal tersebut sekaligus menjadikan Granda menjadi bulan-bulanan CR7. Ronaldo bahkan sudah mencetak tiga gol di babak pertama. Interval waktunya pun sangat cepat yakni dalam kisaran tempp delapan menit saja di menit 30, 36 dan 38. Ronaldo mencetak gol lain hanya setelah turun minum dan satu lagi di masa injury time untuk mengambil total golnya dalam pertandingan itu menjadi lima gol. Torehan tersebut sekaligus mengantarkan Ronaldo menjadi top skorer sementara La Liga menggeser Lionel Messi yang sedang cedera jempol.

Selain itu banyaknya pemain andalan Granda yang absen karena cedera disebut menjadi salah satu faktor kekalahan memilukan Granda.

Kepada AS, Resino menuturkan bahwa banyak pemainnya yang sedang mengalami cedera. Padahal sejatinya laga kala itu merupakan laga yang penting. Ia pun tak mengharapkan kekalahan telak tersebut menimpa timnya. Ia menganggap hasil tersebut merupakan hasil terburuk sepanjang karirnya.

“Ada banyak pemain kami yang absen akibat mengalami cedera dan ini merupakan pertandingan yang penting. Kami tidak mengharap bencana ini terjadi. Ini merupakan yang terburuk di sepanjang karir kami, atau setidaknya dalam karir saya,” tutur Resino.

Namun dibalik penuturannya tersebut, Resino pun menyiratkan agar anak-anak asuhnya segera bangkit. Granda masih memiliki pertadingan lainnya yang harus dihadapi. Resino sedikit optimis jika anak-anak asuhnya akan mampu melewati fase buruk ini.

“Sekarang kami harus bangkit, karena kami masih dinanti pertandingan lainnya. Kami harus berpikir bahwa kami hanya kehilangan tiga poin, bukan sembilan gol,” pungkasnya dengan optimis.

Penulis: | 8 April 2015 | Berita Bola