Login/Join

Albiol Sebut El Clasicco Sudak Tidak Menarik Lagi

Jika mendengar kata El Clasicco sudah pasti pikiran kita langsung tertuju pada dua rival abadi Real Madrid dan Barcelona. Ya, Laga El Clasicco memang selalu dinanti-nanti oleh jutaan penggila bola di seluruh penjuru dunia. El Clasicco dianggap salah satu partai idaman yang mneyajikan intrik dan drama di dalam lapangan hijau. Sudah barang tentu El Clasicco menjadi harga mati bagi setiap stasiun televisi untuk menayangkannya secara live.

Namun berbeda dengan Raul Albiol. Eks pemain Madrid tersebut menganggap atmosfer laga El Clasicco kali ini sudah tak semenarik beberapa tahun lalu, ketika Real Madrid masih diasuh oleh The Special One, Jose Mourinho.

Albiol menilai jika El Clasicco di era Mourinho lebih seru karena menyajikan banyak momen kontroversial. Bahkan saking panasnya persaingan kala itu, membuat suasan rivalitas antar pemain merembet ke level Internasional, ketika masing-masing pemain Madrid dan Barca memperkuat tim nasional Spanyol.

Albiol melihat terdapat perbedaan yang mencolok. Menurutnya Laga El Clasico kali berlangsung dengan suasana yang cukup kondusif, hal ini bisa dilihat ketika usai pertandingan, semua pemain saling memeluk satu sama lain. Berbeda dengan era Mou, pertandingan diwarnai dengan perkelahian, hujan kartu, dan kontroversi lainnya.

Albiol juga menambahkan jika suasan kondusif pada laga El Clasicco kali ini berdampak bagus untuk timnas dan sepakbola secraa keseluruhan.

“Jika pertandingan Spanyol akhir pekan ini dimainkan pasca Clasico seperti empat atau lima tahun silam, maka tim ini bakal kacau. Sekarang, atmosfer yang ada di antara Barcelona dan Real Madrid cukup wajar. Semua orang menyadarinya dan senang akan hal tersebut. Saya kira hal seperti itu tidak akan terjadi lagi,” tutur Albiol dengan lesu kepada Marca.

“Pertandingan antara kedua tim sempat melewati masa-masa sulit, karena semuanya dipaksa hingga batas paling maksimal. Pertandingan selalu diakhiri dengan perkelahian, kartu merah, selalu dengan cara yang buruk. Sekarang, ketika laga berakhir, pemain saling memeluk satu sama lain. Ini bagus untuk timnas dan sepakbola,” pungkasnya.

Penulis: | 2 April 2015 | Gosip