Login/Join

Arsenal Usulkan Agar Aturan Gol Tandang Dihapus

Kegagalan Arsenal dan Chelsea di Liga Champions nampaknya membuat manajer The Gunner Arsene Wenger maju dan mengusulkan penghapusan aturan gol tandang. Apa sebabnya?

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Arsenal dan Chelsea gagal lolos ke perempat final lantaran kalah agregat tandang denga lawannya. Mungkin hal ini juga yang membuat Wenger merasa peraturan tersebut kurang fair. Padahal sejatinya peraturan tersebut telah dibelakukan sejak 45 tahun yang lalu.

Hail buruk yang diraih Arsenal di Liga Champions tahun ini merupakan kegagalan kelima skuad asuhan Wenger di kancah tertinggi di level klub eropa tersebut. The Gunners tercatat lima kali tersingkir di panggung 16 besar Liga Champions.

Wenger pun merasa peraturan yang sudah lama tersebut perlu ditinjau kembali. Akibat peraturan tersebut timnya harus pangkat koper dari ajang Liga Champions. Padahal skor agregatnya dengan Monaco adalah 3-3. Jika secara matematis tentu itu merupakan hasil imbang. Namun ulah peraturan gol tandang, maka Monaco lah yang berhak lolos ke babak delapan besar.

Arsenal menang 2-0 atas Monaco dalam laga leg kedua yang berlangsung di Stade Louis II Kamis pagi WIB. Dua gol Arsenal lahir dari Olivier Giroud dan Aaron Ramsey. Kemenangan tersebut pun tak berarti bagi Arsenal karena di leg pertama mereka kalah 3-1 atas Monaco. Skor agregat 3-3 menyebabkan Arsenal tersingkir dari Liga Champions untuk musim kelimanya berturut-turut. Wenger merasa aturan tersebut saat ini sudah kuno.

Selain Arsenal, Chelsea juga mengalami nasib yang sama. Tim asuhan Mourinho tersebut juga gagal lolos akibat kalah agregat gol tandang. Dengan demikian habis sudah wakil Inggris di Liga Champions musim ini setelah Manchester City juga takluk atas Barcelona. Liverpool lebih dulu tersingkir di fase penyishan grup.

“Ini ada dua tim yang tersingkir gara-gara gol tandang yang harus dipertanyakan. Ini adalah aturan yang sudah usang,” katanya kepada wartawan.

“Dalam sistem gugur langsung Anda bisa mengandalkan sedikit keberuntungan. Tak ada satu pun dari tim selain Barcelona yang tampaknya sangat dominan. Ini hanya bisa dihitung mungkin setelah perpanjangan waktu.”

“Aturan ini telah dibuat pada dekade 1960-an. Bobot dari gol tandang mungkin terlalu besar untuk hari ini. Saya masih berpikir Anda dapat menghitung [bobot gol tandang] mungkin setelah perpanjangan waktu.”

“Kami harus move on. Kami tahu mengapa kami tersingkir, itu gara-gara kinerja pertahanan yang mengerikan di leg pertama..”tambah Wenger

Aturan gol tandang pertama kali diterapkan di Piala Eropa untuk musim 1967-1968 tetapi tidak digunakan untuk menetukan sistem gugur sampai musim 1970-1971, setelah aturan play-off di lokasi netral dihapuskan.

Penulis: | 22 Maret 2015 | Berita Bola