Login/Join

Bunuh Wasit, Pemain Ini Dipenjara 18 Tahun

Sebuah kabar duka sekaligus tragis datang dari ranah sepakbola Amerika Serikat. Seorang wasit harus meregang nyawa saat pertandingan akhir pekan di Dearborn, pinggiran kota Detroit, Amerika Serikat, tanggal 29 Juni 2014 lalu.

Diketahui penyebab kematian sang wasit karena ulah salah seorang pemain yang disinyalir melakukan pembunuhan tak disengaja dalam laga tersebut. Sang pemain didakwa telah melakukan pembunuhan tak disengaja setelah ia menghantam leher seorang wasit.

Nama pemain tersebut adalah Bassel Abdul-Amir Saad. Pemain berusia 36 tahun tersebut membuat kesepakatan pembelaan dengan jaksa. Ia mengaku tidak sengaja meninju John Bieniewicz, 44 tahun, wasit sepakbola senior yang berlisensi di semua tingkatan pada sebuah laga musim panas lalu di Livonia. Kala itu Saad dikabarkan marah dan meninju Bieniewicz lantaran sang wasit hendak mengusirnya keluar lapangan. Bieniewicz dikabarkan meninggal 1 Juli, dua hari setelah terkena pukulan Saad. Hasil otopsi menetapkan bahwa Bieniewicz meninggal karena trauma benda tumpul ke leher. Pemeriksa medis di Wayne County memutuskan kematiannya adalah sebuah pembunuhan.

Akibat dakwaan tersebut, Bassel Abdul-Amir Saad dijatuhi hukuman penjara 8-15 tahun. Ia juga masih harus mengahdapai kemungkinan depotasi ke negara asalnya, Lebanon. Diketahui Saad merupakan seorang imigran asal Lebanon. pasca kejadian tersebut, Saad pun mengunkapkan penyesalannya yang mendalam.

Saad dikenal sebagai pemain yang temperamen di lapangan hijau. Tahun 2005 silam ia sempat melakukan penyerangan di lapangan sepak bola dalam sebuah insiden terpisah. Saad sebelumnya telah menghadapi tuduhan pembunuhan disengaja tingkat dua.

Hakim Thomas Cameron mengatakan pada hari Jumat kepada Saad, jika perbuatan yang telah dilakukan Saad merupakan sesuatu yang salah dengan eskalasi kekerasan dalam olahraga.

Saat sidang, keluarga korban pun mucul di pengadilan. Keluarga korban menuturkan jika John Bieniewicz merupakan sosok yang sangat dekat dengan keluarga. Ia pu dikenal sebagai pribadi yang hangat dan murah hati. John Bieniewicz biasanya menelpon ibunya setiap hari.

“Kesia-siaan ini mengejutkan,” kata adik dari Bieniewicz. “Dia membunuh John. Dia membunuh kegembiraan kami.”

“Rasa sakit karena kehilangan John tak terlukiskan.” ungkap sang adik dengan penuh kedeihan.

Penulis: | 14 Maret 2015 | Berita Bola